El-Ndien

Blog Penampung Karya_Q

Pemberdayaan Perpustakaan di Pedesaan

Oleh: Nur Dianah

NIM: E53207021

A. Latar Belakang

Ide ini muncul dan melatarbelakangi yang sekaligus menjadi alasan mengapa tema ini perlu komunukasikan dan diberdayakan, bahwa perkembangan pendidikan pada akhir-akhir ini semakin maju dan berkembang pesat diantaranya , masalah teknologi yang semakin hari semakin canggih dan berkembang.

Tetapi,kalau kita melihat tata cara pengajaran dan fasilitas pendidikan dipedesaan katakanlah desa yang masih terpelosok, sangatlah minim dan tertinggal dibanding pengajaran dan fasilitas diperkotaan atau masyarakat yang sudah maju dengan metode-metode pengajaran yang efektif, dengan dipenuhi oleh fasilitas yamg cukup, seperti koleksi buku-buku yang lengkap,bahkan internet dan jaringan-jaringan akses informasi lainnya.

Itulah sebabnya, mengapa warga masyarakat setempat perlu menggerakkan dan memberdayakan perpustakaan dipedesaan.

1. Tindakan yang dilakukan masyarakat supaya tidak tertinggal dari pendidikan:

v Dimulai dengan ikhtiar untuk meningkatkan kecerdasan dan membuka cakarawala pengetahuan masyarakat yang bersangkutan.

v Perpusatakaan adalah suatu sarana dan sumber belajar yang efektif dan untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah.

v Perpustakaan menyediakan bahan pustaka secara individual sehingga para peminatnya bisa memilih buku-buku yang diminati dan dipilihnya.

v Apabila semakin hari masyarakat semakin melestarikan membaca,belajar melalui perputakaan maka perbaikan mutu perikehidupan akan semakin meningkat.

v Dengan kehadiran perpustakaan disuatu lingkungan kemasyarakatan niscaya turut berpengaruh pada kondisi teratasinya ketertinggalan masyarakat.

Lebih-lebih ditujukan pada penyelenggaraan perpustakaan di berbagai daerah permukiman, terutama yang warganya sangat membutuhkan sarana dan sumber belajar.

Disamping itu pula dalam melakukan komunikasi tersebut maka, memerlukan suatu teori dalam berkomunikasi, sehingga memudahkan seorang komunikator untuk menyampaikan pesannya kepada seorang komunikan, dan untuk kelancaran suatu komunikasi maka memerlukan suatu media yang akan diterapakan dalam proses komunikasi tersebut, guna untuk memperkenalkan dan mempromosikan perpustakaan dipedesaan tersebut.

Dan sasaran yang pertama kali akan dituju adalah masyarakat setempat dan selanjutnya akan menyebar ke warga masyarakat tetangga sekitar.

2. Dalam komunikasi juga terdapat sebuah teori sebagai berikut:

Pengertian komunikasi secara etimologis berasal dari bahasa latin communication dan berasal dari bahasa inggris communis yang berarti sama, yaitu sama makna mengenai suatu hal.

Secara terminologis berarti proses penyampaian penyataan oleh seseorang kepada orang lain.[1]

Menurut Joseph A Devito adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih yakni kegiatan menyampaikan dan menerima pesan yang mendapat distorsi dan gangguan-gangguan yang menimbulkan efek dan kesempatan arus balik.

Dan menurut Carld I Hoveland (1955) komunikasi adalah proses yang mana seorang individu (komunikator) mengoperkan stimuli (biasanya menggunakan lambing-lambang bahasa) untuk mengubah tingkah laku individu (komunikan) yang lain.[2]

Komunikasi adalah proses penyamaan suatu pesan, untuk memberitahu atau merubah sikap, pendapat atau prilaku baik secara lisan maupun melalui media. Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan.

Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.

3. Secara umum komunikasi terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:

Ø Komunikator (sumber)

Ø Komunike (pesan)

Ø Komunikan (sasaran, penerima khalayak)

Ø Media (alat penyalur)

Ø Efek (umpan balik).

Semua unsur-unsur tersebut merupakan lapangan-lapangan penelitian dan analisa-analisa ilmiah yang dikenal berturut-turut dengan istilah “ Control Analysis, Content Analysis, Media Analysis, Audience Analysis dan Effect Analysis.[3]

Seseorang melakukan komunikasi dengan tujuan tertentu yakni timbulnya respon penerima. Orang yang berkomunikasi berharap komunikasinya berjalan lancar dan berhasil, ia ingin komunikasinya efektif. Suatu encoder dikatakan efektif jika dapat mengekspresikan dengan sempurna maksud sumber. Suatu decoder dapat dikatakan sangat efektif jika dapat menterjemahkan sesuatu pesan secara tepat bagi penerima.[4]

Sesungguhnya suatu ide yang menyentuh dan merangsang individu dapat diterima atau ditolak sebagaimana melalui tingkat-tingkat efek tersebut, dan melalui proses pada umumnya sebagai berikut:

1. Proses mengerti (proses kognitif)

2. Proses menyetujui (proses obyektif )

3. Proses perbuatan (proses sensmotorik).

Dalam konteks komunikasi, penyebaran ide-ide pemasaran pada masyarakat luas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, apalagi untuk mengubah sikap dan prilaku mereka sesuai dengan kehendak atau tujuan komunikator. Menyikap hal tersebut maka diperlukan Perencanaan Komunikasi.

4. Dan perlu diingat bahwa dalam perencanaan komunikasi ada empat yang perlu difahami yaitu:

Ø tujuan (objective) kondisi masa depan yang akan dicapai.

Ø Aksi (action) serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Ø Sumber daya (resouces) hal-hal yang dibutuhkan dalam melaksanakan aksi.

Ø Dan Pelaksanaan (implementation) tata cara dan arah pelaksanaan kegiatan.

B. Permasalahan

Selama ini yang dialami oleh warga masyarakat pedesaan adalah masalah perekomonian namun,ketika masyarakat setempat sudah bisa memanfaatkan dan mengelola hasil perkebunan, pertanian dan lain-lain maka sudah cukup bagi mereka untuk kebutuhan sehari-harinya, lebih-lebih bisa dijual belikan.

Tetapi , jangan terlupakan bahwa kwalitas sumber daya manusia atau pendidikan anak juga sangat penting untuk masa depan generasi Bangsa dan Negara.

Dari pemerintah sendiri sudah mewajibkan bahwa seorang anak berhak mendapatkan pengajaran dan pendidikan selama Sembilan tahun, dari situ timbul sebuah pertanyaan apakah dengan belajar sembilan tahun pendidikan anak bisa maksimal penuh? Itu pun tidak satu hari penuh dalam pengawasan seorang guru.

1. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan perpustakaan dipedesaan adalah sebagai berikut:

v Memaksimalkan belajar membaca, supaya bisa menambah khazanah wawasan mereka.

v Meningkatkan taraf kecerdasan membaca dan belajar.

v Menambah dan memperbaiki mutu kepribadian kehidupan dalam pendidikan.

v Membantu warga masyarakat yang kurang perhatian dalam masalah pendidikan.

v Menjadikan perpustakaan sebagai tempat atau pusat koleksi bahan pustaka buku-buku.

v Memberantas masyarakat yang masih buta huruf.

v Masyarakat pedesaan tidak tertinggal dari informasi.

v Sarana pra-sarana yang efektif warga masyarakat yang tercukupi, terutama masalah pendidikan.

Dari semua tujuan diatas, itulah sebabnya warga masyarakat memunculkan sebuah ide untuk menggerakkan dan memberdayakan perpustakaan pedesaan.

Walaupun kondisi desa tersebut masih dalam katagori desa yang terpelosok, jauh dari perkotaan tetapi, masyarakat warga tersebut tidak boleh tertinggal dari pengetahuan dan informasi.

Maka dari itu, masyarakat setempat dengan sekuat tenaga menggerakkan dan memberdayakan perpustakaan pedesaan dengan di mulai dari sesuatu yang sangat dasar yang bermodalkan semangat dan selanjuntnya mulai berkerja sama dengan sekolah-sekolah setempat.

C. Pembahasan

Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, sterategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.[5]

Demikian halnya perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi merupakan satu perpaduan untuk mencapai suatu tujuan.

Sterategi komunikasi harus didukung oleh teori, sebab teori merupakan pengetahuan berdasarkan pengalaman yang sudah diuji kebenarannya.

Menurut Horold D. Lasswel, untuk mantapnya sterategi komunkasi maka segala sesuatu harus bertautan dengan komponen-komponen sebagai berikut:[6]

· Who? (siapa komunikatornya)

· Says what?(pesan apa yang dinyatakan )

· In wihich channel?(media apa yang digunakan)

· To whom?(siapa komunikannya)

· With what effect?(efek apa yang diharapakannya).

Sebenarnya untuk menghidupakan kembali minat membaca bagi warga masyarakat dipedesaan adalah dengan memberdayakan sistem perpustakaan dipedesaan. Untuk menarik dan mengajak warga masyarakat langkah awal yang ditempuh adalah melakukan promosi sebagaimana pengenalan aktivitas diperpustakaan agar diketahui oleh khalayak umum.

Promosi perpustakaan pada dasarnya merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk siswa, guru dan masyarakat sesuai dengan apa yang ditawarkan, hasil dari promosi adalah tumbuh kesadaran sampai memanfaatkannya.

1. Tujuan promosi perpustakaan adalah:

a. Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai.

b. Mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunkan koleksi perpustakaaan semaksimalnya dan menambah jumlah orang yang membaca.

c. Memperkenalakan pelayanan dan jasa kepada masyarakat.

Langkah berikutnya adalah memamerkan perpustakaan dengan menggunakan metode dan media massa.

2. Berikut adalah metode memamerkan jasa perpustakaan berupa:

1. Nama dan logo

2. Poster dan panflet

3. Spanduk

4. Ceramah (yakni pengurus perpustakaan memberikan pengarahan)

5. Media, vidio dan lain-lain.

Atas musyawarah dari pengurus perpustakaan dan wakil warga masyarakat perpustakaan dipedesaan ini diberi nama “perpustakaan Ta’awun” dengan harapan bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan minat membaca.

Adapun peletakan spanduk dipasang diperempatan jalan, pertigaan jalan, jalan menuju tempat umum seperti masjid, sekolah-sekolah dan lain-lain supaya bisa dilihat oleh orang banyak dan dapat dibaca, sedangkan poster dan panflet-panflet ditempelkan ditempat pengumuman seperti balai desa, tepi jalan, gang-gang masuk pedesaan dan lain-lain.

Contoh spanduk:

C:\Documents and Settings\Zulfa\My Documents\Spanduk.jpg

3. Sarana promosi perpustakaan yang berbentuk tercetak:

1. Brosur.

2. Map khusus perpustakaan.

3. Pembatas buku.

4. Poster dan lain-lain.

4. Unsur-unsur dalam mempromosikan perpustakaan adalah sebagai berikut:

1. perhatian (Attention)

2. ketertarikan (Interest )

3. keinginan (Desire)

4. tindakan (Action)

5. kepuasan (Satisfy)

Salah satu cara yang efektif untuk menembus dan menghilangkan penghalang komunikasi antara perpustakaan dan penggunanya adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan perpustakaan dengan melibatkan staf perpustakaan dan pengguna.

Perpustakaan ini sifatnya adalah terbuka untuk umum karena ini memang disediakan untuk kebutuhan masyarakat, disamping itu juga perpustakaan tersebut berisi koleksi buku-buku pelajaran dan juga koleksi buku-buku umum lainnya misalnya tentang kemasyarakatan, keagamaan, majalah, koran, buku-buku cerita, pertanian dan lain-lain, sehingga semua warga masyarakat bisa masuk dan ikut berpartisipasi menghidupkan dan memberdayakan perpustakaan dipedesaan.

Dengan diadakannya program seperti ini dengan harapan warga masyarakat gemar dan rajin membaca, supaya tidak tertinggal oleh informasi, dan sarana pra-sarana juga akan tercukupi.

Disamping itu juga dari staf pengurus perpustakaan mengadakan kegiatan khusus pendidikan pemberantasan warga masyarakat yang masih buta huruf, program ini dilaksanakan atas inisiatif staf perpustakaan dan juga bekerja sama dengan pemerintah.

Program ini dilaksanakan dua kali dalam satu minggu, yang dilaksanakan pada malam hari setelah sholat maghrib, memilih malam hari karena paginya mereka masih disibukkan oleh pekerjaannya masing-masing, kegiatan ini tanpa dipungut biaya dan juga mendapatkan buku panduan membaca dari pemerintah dan perpustakaan tersebut, dengan harapan warga masyarakat tidak ada yang buta huruf.

Sebelum warga masyarakat melakukan kegiatan tersebut, terlebih dahulu dari pengurus perpustakaan melakukan pendataan dan pendaftaran warga masyarakat untuk menjadi anggota perpustakaan dipedesaan.

5. Peraturan-peraturan bagi pengguna perpustakaan dipedesaan sebagai berikut:

1. Setiap masuk perpustakaan harus mengisi daftar perpustakaan.

2. Apabila seorang pengguna perpustakaan meminjam buku maka, harus menyerahkan kartu perpustakaan pedesaan yang telah dibuatkan oleh staf perpustakaan, dengan harapan buku pinjaman terdaftar dan tidak hilang.

3. Paling lambat pengembalian buku perpustakaan adalah selama satu minggu.

4. Apabila pengembalian buku perpustakaan terlambat maka, dikenakan denda yang perharinya sebesar tiga ratus rupiah.

6. Peningkatan diri bagi pengurus perpustakaan adalah:

1. Berusaha tampil percaya diri.

2. Berpandangan positif.

3. Berpakain dengan sopan dan rapi.

4. Melayani setiap pengunjung dengan ramah tamah.

Pendekatan atau kerjasama yang dilakukan oleh staf pengurus perpustakaan pedesaan adalah dengan bekerjasam dengan pemerintah yang mana setiap dua minggu sekali mendapatkan bantuan koleksi buku-buku perpustakaan mata pelajaran maupun koleksi umum lainnya, mengadakan kerjasama dengan pihak kepala sekolah melalui para guru, supaya mengajak peserta didiknya satu bulan sekali berkunjung ke perpustakaan dipedesaan.

Pada setiap akhir bulan sekali diadakan pengecekan koleksi buku-buku yang ada diperpustakaan. karena disamping dana dari warga masyarakat juga mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah.

Dengan diadakannya program pemberdayaan perpustakaan dipedesaan seperti ini maka, terciptalah suatu organisasi yang maju atas perlindungan dan dibawah naungan pemerintah, karena disamping dana dari warga masyarakat juga mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah, yang setiap akhir priode ada laporan pertanggung jawaban dari pihak perpustakaan pedesaan tersebut.

D. Simpulan

Dengan berdasarkan pemaparan diatas yang bermula dari suatu permasalahan sampai pembahasan tentang pemberdayaan perpustakaan dipedesaan disertai dengan tujuan-tujuan tertentu, untuk mewujudkan agar warga masyarakat lebih memaksimalkan membaca dan bisa menambah khazanah wawasan dalam bidang pengetahuan.

Adapun prediksi keberhasilan kedepan adalah sudah bisa dilihat diatas dan hasilnya adalah sukses yang sesuai dengan keinginan bersama karena program tersebut sesuai dengan keadaan warga masyarakatnya.

Dan sudah terdapat tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan perpustakaan tersebut antara lain:

v Memaksimalkan belajar membaca, supaya bisa menambah khazanah wawasan mereka.

v Meningkatkan taraf kecerdasan membaca dan belajar.

v Menambah dan memperbaiki mutu kepribadian kehidupan dalam pendidikan.

v Membantu warga masyarakat yang kurang perhatian dalam masalah pendidikan.

v Menjadikan perpustakaan sebagai tempat atau pusat koleksi bahan pustaka buku-buku.

v Memberantas masyarakat yang masih buta huruf.

v Masyarakat pedesaan tidak tertinggal dari informasi.

v Sarana pra-sarana yang efektif warga masyarakat yang tercukupi, terutama masalah pendidikan.

Otomatis jika warga masyarakat lebih meningkatkan lagi dan lebih bersemangat lagi maka, akan semakin sukses dan lancar, ini semua atas partisipasi semua warga masyarakatnya. dan untuk menanggulangi warga masyarakat agar tidak tertinggal jauh dari pendidikan, informasi dan buta huruf.

Sudah dijelaskan diatas bahwa sudah ada tata cara untuk menerapakan suatu program tentang pemberdayaan perpustakaan tersebut, yang dimulai dari promosi perpustakaan sampai peraturan-peraturan yang diterapakan dalam melakukan dan menjalankan program tersebut, para staf pengurus perpustakaan sudah memaksimalkan tugas mereka masing-masing, karena perpustakaan tersebut milik warga masyarakat dan juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah dan pemerintah.

Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh berbagai faktor seperti: kwalitas sumber daya manusia, tersedianya sumber daya alam yang memadai, adanya birokrasi yang kuat, efesien, dan sebagainya.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa kwalitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat mempengaruhi dan menentukan dalam masalah pembangaunan, itulah sebabnya diadakannya pusat atau tempat untuk menarik dan mengajak siswa, warga masyarakat membaca karena dengan membaca bisa membuka cakrawala pengetahuan kita.[7]


E. Daftar Pustaka

Effendy, Onong Uchjana, 1993, Dinamika Komunikasi, Bandung: PT Rosdakarya

Hanafi, Abdillah, 1984, komunikasi antar manusia, Surabaya: Usana Offest Printing

Arifin, Anwar, 1984, Sterategi komunikasi, Bandung: Armico,

Ahmadi, Abu, 2003, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta: PT Rineka Cipta



[1] Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 3-4

[2] Arifin, Anwar, sterategi komunikasi, Bandung, Armico,1984, hal. 14

[3] ibid

[4] Hanafi, Abdillah, komunikasi antar manusia, Surabaya, Usana Offest Printing, 1984, hal. 173

[5] Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 29

[6] Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 29-30

[7] Ahmadi, Abu, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta, PT Rineka Cipta, 2003, hal. 130

read more “Komunikasi”

Fenomena Nikah Sirri di Indonesia

Dalam perspektif “Al-Qur’an dan Hadits”

Oleh: Nur Dianah

NIM : E53207021

A. Permasalahan

Pernikahan merupakan sebuah hubungan yang sakral yang bernilai ibadah, yang dilaksanakan atas dasar keikhlasan, tanggung jawab, serta mengikuti tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. Kasus nikah sirri atau nikah dibawah tangan sudah sangat sering terjadi, meskipun pada dasarnya nikah sirri sah secara syari’at islam namun, sangat berbeda dalam pandangan hukum yang berlaku di Indonesia yang mengharuskan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan yang berlaku, dan pernikahan tersebut menjadi kontroversial selama ini.

2.a. Judul Penelitian:

Fenomena Nikah Sirri di Indonesia dalam Perspektif “Al-Qur’an dan Hadits”.

b. Rumusan Masalah:

Dapat dilihat dari adanya beberapa permasalahan diatas yang menarik untuk dikaji, namun penulis membatasinya pada permasalahan dengan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits tentang nikah sirri?

2. Bagaimana hukum Negara menyikapi tentang nikah sirri dan bagaimana hukum perwalian atas anak dari hasil nikah sirri?

3. Mengapa nikah sirri semakin berkembang di Indonesia?

c. Alasan Memilih Judul:

Adapun yang menjadi alasan sehingga penulis terdorong untuk memilih judul tersebut adalah sebagai berikut:

1) Ingin mengetahui fenomena nikah sirri yang terjadi di Indonesia

2) Ingin mengetahui sejauh mana sisi positif dan negatifnya meskipun, nikah sirri sah menurut perspektif islam tetapi, hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran islam yakni Al-Qur’an dan Hadits

d. Tujuan Penelitian:

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

Pertama: menjelaskan tata cara pernikahan yang sah menurut syari’at islam adalah dengan terpenuhinya syarat-syarat dan juga rukun-rukunya yaitu adanya mempelai berdua, adanya wali (dari pihak perempuan ) adanya saksi, ijab qobul. Dari ketentuan-ketentuan tersebut, Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra; bahwasanya Rasulullah saw bersabda;

لا نكاح إلا بولي

“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.” (HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy, lihat, Imam Asy Syaukani, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648).

Penjelasan tersebut diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda:

أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل, فنكاحها باطل , فنكاحها باطل

“Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaisy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649].

Meskipun pada dasarnya, nikah tersebut sudah sah secara agama karena sudah terpenuhi semua syarat dan rukunnya akan tetapi, sangat berbeda dalam pandangan hukum positif. Hukum positif yang berlaku di Indonesia yang mengharuskan tiap-tiap perkawinan dicatat di KUA yang sesuai dengan peraturan yang berlaku (pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan nomor 1 tahun 1974).

Yang sering sekali dilupakan adalah tidak mendaftarkan atau melaporkan secara resmi kantor urusan agama (KUA). Dengan demikian, pernikahan tersebut tidak mempunyai kekuatan di mata hukum Negara. Hal inilah yang menjadi indikasi terjadinya kontroversi yang cukup serius tentang status pernikahan tersebut.

Kedua: Fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini adalah tentang nikah sirri yang semakin berajalela padahal, nikah tersebut sama sekali tidak mempunyai kekuatan hukum.

Dalam analisis berikutnya, penyebab maraknya nikah sirri dikarenakan ketidaktahuan masyarakat terhadap dampak pernikahan sirri. Masyarakat miskin hanya bisa berpikir jangka pendek, yaitu terpenuhi kebutuhan ekonomi secara mudah dan cepat. Sebagian yang lain mempercayai, bahwa istri simpanan tokoh dan pejabat mempercepat perolehan status sebagai istri terpandang di masyarakat, kebutuhannya tercukupi dan bisa memperbaiki keturunan mereka. Keyakinan itu begitu dalam berpatri dan mengakar di masyarakat. Cara-cara instan tersebut yang dilakukan sebagian orang yang menginginkannya.

e. Variabel Penelitian:

Sebagaimana yang telah dipaparkan diatas tentang “hdfnvha djdnjbs hkiwj “ maka untuk menghindari kesalah pahaman tersebut, kiranya perlu memberi batasan pengertian sehingga apa yang menjadi pembahasan menjadi jelas dan mudah di mengerti, antara lain:

Ø Nikah sirri : istilah “kawin sirri” yang secara harfiah berarti “kawin rahasia”. Istilah “kawin sirri” memang popular dalam masyarakat kita. Tetapi ada dua pengertian pertama, perkawinan diam-diam tanpa saksi dan ini menurut kesepakatan Ahlul ilmi dari kalangan Nabi, Tabiin, jelas tidak sah (Baca Ensiklopedi Ijma’, tentang penyaksian nikah, hal.471).

kedua, syarat dan rukunnya secara agama, seperti adanya wali, saksi, dan maskawin, sudah dipenuhi semua kecuali belum dicatat secara resmi sesuai denga peraturan Negara.

Ø Perspktif : sudut pandang

Ø Al-Qur’an :secara terperinci dalam Al-Qur’an tidak disebutkan tentang nikah apalagi tentang nikah sirri, tetapi dalam Firman Allah surat Al-baqarah ayat : 235 …janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia, kecuali mengucapkan kata-kat yang baik.

Ø Hadits : Bahwa dalam hadits nabi telah dijelaskan nikah tanpa wali itu tidak sah, dan hendaknya pernikahan itu diumumkan agar tidak menjadikan fitnah.

Ø Ibnu Taimiyah, lahir 10 Rabi’ul awal 661/ 1263 M dikota Harran, wafat 22 dzulqa’dah 728 H/1328 M. Dalam kitabnya, Ahkamu al-Zawaj, menyatakan bahwa nikah sirri adalah apabila laki-laki menikahi perempuan tanpa wali dan saksi-saksi, serta merahasiakan pernikahannya. Sehingga langsung dapat simpulkan, bahwa pernikahan ini bathil.

f. Metodologi Penelitian:

f.1. Metode Pengumpulan data

Sebagaimana layaknya studi literatur yang mengumpulkan datanya melalui kepustakaan (library Reseach) maka secara sederhana upaya mengumpulkan data dalam penelitian ini dapat di capai dari penelitian dari hasil karya para intelektual atau pendapat-pendapat, dimana buku-buku tersebut membicarakan tentang judul pembahasan tersebut.

f.2. Metode pembahasan

Dalam metode pembahasan ini menggunakan penelitian kwalitatif yang bersifat ilmiah, oleh karena itu harus berbekal teori. Dalam penelitian kwantitatif, teori yang digunakan harus sudah jelas, karena teori disini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian.

Dalam penelitian kwalitatif, karena permasalahan yang dibawa yang oleh peneliti masih bersifat sementara, maka dalam menyusun proposal penelitian masih bersifat sementara juga dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial.

f.3. Metode Analisa data

a. Metode Diskriptif yaitu metode yang mengadakan penelitian dengan menggunkan beberapa data yang diperoleh kemudian menganalisa.

b. Metode induktif yaitu cara berfikir yang mengambil sumber data yang bersifat khusus kemudian dipergunakan untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum.

c. Metode Muqaran: yaitu metode tafsir yang menekankan pada aspek perbandingan (komparatif) tafsir Al-Qur’an, metode pertama menghimpun sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian mengkajinya dan meneliti penafsiran mengenai ayat-ayat tersebut , Adakalanya membandingkan ayat dengan hadits, dan juga membandingkan hadits dengan pendapat- pendapat para ulama’.

read more “Metodologi penelitian”

التمهيد:

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على محمد ابن عبدالله...

اما بعد، فهذه المقالة البسيطة تبحث فى "إخوان الصفاء", احد الجماعة يتحرك فى مجال الفلسفة. زيادة للإيضاح وتسهيلا للفهم, نقسم هذه المقالة ثلاثة فصول التى تحتها المباحث وهى :

الفصل الأول

المبحث الأول : نشأة اخوان الصفاء ولمعة عنهم

المبحث الثانى : المؤسسون إخوان الصفاء وأساس مذهبهم

المبحث الثالث : مراتب اخوان الصفاء

الفصل الثانى ، مصادر علومهم ومؤلفاتهم

الفصل الثالث، فلسفته

المبحث الأول : التلفيق

المبحث الثانى : ماوراء الطبيعة

المبحث الثالث : النفس

المبحث الرابع : الأخلاق

المبحث الخامس : العدد

اخيرا، فطبعا كانت هذه المقالة لاتخلو من الخطيئات سواء كانت من الكتابة او المضمون التى تصدر من تفريطنا و سوء تفاهمنا، فنرجو منكم التصحيحات والعفو. غاية الشكر إلى مشرفنا العالم العلامة، الدكتور مخلصين سعد على حسن إشرافكم ونتقدم لكم بأحر التهنى على نجاحكم فى الحصول على الدرجة الدكتورة بتقدير الشرف، بارك الله فيك...

والف الشكر إلى زملائنا على حسن اهتمامكم. جزاكم الله احسن الجزاء.

أخيراعسى الله أن ينفعنا علومنا وجعلها هداية لنا فى الدين والدنيا والأخرة

إخوان الصفاء

الفصل الأول

المبحث الأول : نشأة اخوان الصفاء ولمعة عنهم

كان الفلسفة فى العصر العباسى هو شأن عظيم. قد كثر العلماء فى مجال الطيب وغيرهم بعنون بعلوم القدماء. وكان الإنتساب إلى الفلسفة مرادفا للإنتساب إلى الكفر لكون الفلاسفة فى هذا العصر متهمين بالالحاد و التعطيل وشاعت النقمة على الخليفة المأمون, لأنه كان السبب فى نقل الفلسفة إلى العربية. فصدر إخوان الصفاء, جمعية من الجمعيات السرية -وهى أشهرها- التى تتغشا الغموض والشك ولكون أصحاب الفلسفة اضطروا إلى التستر والإكتمام. ويسمى ايضا ب((خلان الوفاء او أهل العدل او أبناء الحمد)) [1]. قال حنا الفخورى ، كان الإسم "اخوان الصفاء" يأخذ من قصة الحمام فى حكاية "خليلة و دمنة" التى يترجمها إبن المقفى.

كانت تألفت فى أوسط القرن الرابع الهجرى ( الموافق بالقرن العاشر للميلاد) فى البصرة ولها فرع فى بغداد[2] . وقيل, ان إخوان الصفاء تألف فى بغداد[3].

كان إخوان الصفا يجتمعون و يتحركون سرا. فقد فرضوا على من كان مثلهم من الجماعات ان يكون لهم مجلس خاص يجتمعون فيه فى أوقات معلومة لا يداخلهم فيه غيرهم، يتذاكرون فيه علومهم ويتحاورون فيه أسرارهم .

هناك الدوافع خلف إسرارهم[4] :

1. للسياسة

2. لكونهم أثناء السنيين مع انهم من المعتزلين

3. وغيرها

المبحث الثانى : المؤسسون إخوان الصفاء وأساس مذهبهم

هناك خمسة أشخاص الذين اقاموا هذه الجمعية, ولم يعرف أسخاصها سواهم[5]. هم:

1. أبو سليمان محمد بن معشر البستى ويعرف (( بالمقدسى))

2. أبو الحسن على بن هارون الزنجانى

3. أبو أحمد المهرجانى ويسميه المستشرق دى بور بمحمد أحمد النهرجورى

4. أبو حسن العوفى

5. زيد بن رفاعة

قال الساجستانى: كانوا من العلماء الذين يقيمون الإجتماع ويؤلفون الرسائل لإخوان الصفاء الذى كان فى الحقيقة قد ألفها المقدسى. أما أساس مذهبهم : ((فأن الشريعة الإسلامية تدنست بالجهالة واختلطت بالضلالات ولا سبيل إلا غسلها وتطهيرها إلا بالفلسقة لانها حاوية للحكمة الاعتقادية والمصلحة الإجتهلدية ، وانه متى انتظمت الفلسفة اليونانية والشريعة المحمدية فقد حصل الكمال))

المبحث الثالث : مراتب إخوان الصفاء

وفى محاولة توسيع الحركة، كان إخوان الصفا يرسلون أشخاصها إلى سائر الأقطار ليقيموا الفروع فيها ويدعوا أى من عنده الغيرة الحارة فى انتشار العلوم والحق لا سيما من الشبان الذين عندهم الحماسة والأمنية العالية.

1) الإخوان الأبرار والرحماء (15-30 سنة). وهى مرتبة ذوى الصنائع فى مدينتهم التى ذكرت فى الرسالة الثانية وهى القوة العاقلة المميزة لمعانى المحسوسات الواردة على القوة الناطقة ، تكون من الشبان. لما هم عليه من صفاء جوهر النفس وجودة القبول وسرعة التصور. كانوا كالمريدين الذى عليهم الخضوع إلى مشايخهم.

2) الإخوان الأخيار والفضلاء (30-40 سنة). هى مرتبة الرؤساء ذوى السياسة. وهى مراعاة الاخوان وسخاء النفس وإعطاء الفيض والشفقة والرحمة وهى القوة الحكيمة الواردة على القوة العاقلة.

3) الإخوان الفضلاء الكرام (40-50 سنة). هى مرتبة الملوك ذوى السلطان وعرفوا بالقيام على حفظ الناموس الإلهى.

4) المرتبة العليا (50 فصاعدا). يدعون إليها إخوانهم كلهم فى أي مرتبة كانوا، و أشبهوا الملائكة بقبول التأييد ومشاهدة الحق عيانا، والوقوف على أحوال الآخرة.

الفصل الثانى ،مصادر علومهم ومؤلفاتهم

يرجع إخوان الصفا مصادر علومهم إلى أربعة كتب :

ü المصنفة على ألسنة الحكماء من الرياضيات والطبيعيات

ü الكتب المنزلة كالتورة والإنجيل والقرآن وغيرها من صحف الأنبياء المأخوذة معانيها بالوحى من الملائكة وما فيها من الأسرارالخفية.

ü الكتب الطبيعة وهى صور أشكال الموجودات بما هى عليه الآن من تركيب الأفلاك وأقام البروج وحركات الكواكب ومقادر أجارمها، وفنون الكائنات من الحيوان والنبات والمعادن، وأصناف المصنوعات على أيدي البشر، يرى الناس ظاهرها ولا يعرفون معاني بواطنها من لطيف الصفة الباري.

ü الكتب الإلهية التى لايمسها إلا المطرون الملائكة وهى جواهر النفوس وأجناسها وأنواعها وجزئياتها وتصاريفها للأجسام وما تصير إليه أمورها من انحطاط أو ارتفاع أو انبعاث وحساب، أو جنان أو نيزان أو مكث فى البرزخ أو وقوف على الأعراف.

قد تحصل الإجتماعات التى تقيم مرة فى إثنا عشرة يوما وهى سريا فى بيت الرئيس، إبن الرفاعة اثنتي وخمسين رسالة، سموها ب((رسائل إخوان الصفاء)) وهى تؤلف بشكل الموسوعة التى تشمل العلوم والفلسفة حينئذ . كانت جملة الرسائل خمسين رسالة. أما الباقى فمختصر منها ومختصر من المختصر.

وتحتوى هذه الرسائل على أربعة أقسام :

Ø القسم الأول – أربعة عشرة رسالة عن رياضية تعليمية

كانت هذه الرسالة فى العدد، وفى الهندسة، فى النجوم، فى الموسيقى، وغيرها[6]

Ø القسم الثانى – سبعة عشرة رسالة عن جسمانية طبيعية.

كانت فى الهيولى والصورة، وفى السماء والعالم وفى الكةن والفساد وغيرها[7]

Ø القسم الثالث – عشر رسالة عن نفسانية عقلية.

كانت فى المبادئ العقلية على رأى الفيثاغوريين وفى المبادئ العقلية على رأى اخوان الصفا وفى معنى قول الحكماء ((ان العالم انسان كبير)) وغيرها[8]

Ø القسم الرايع – احدى عشرة رسالة عن ناموسية آلهية

كانت فى الآراء والمذاهب فى الديانات الشرعية الناموسية والفلسفة، وفى ماهية الطريق الى الله عز وجل وغيرها [9]

الفصل الثالث، فلسفته

المبحث الأول : التلفيق

كان إخوان الصفاء لفق بين الدين والفلسفة وبين الديانات ايضا، وضع إخوان الصفاء الفلسفة فوق الدين، و جعلواالفلسفة أساسا للدين الذي يلفق بالعلم. رأى أن كون القرأن حسيا يناسب للعوام. وأما للخواص فعليه أن يفهم القرأن بالتأويل لإستبراء النفس من التعريف اللفظى والحسي، ولذلك، كان إخوان الصفاء لفق بين الدين والفلسفة بطريقة استخدام ماوراء الطبيعة والمعارف التى لا تصل الفكرة (العقل العملى) اليه.

كان رأى إخوان الصفاء فى استخدام التأويل لفهم أيات المتشابهات متساويا برأي الفلاسفة الإسلامية الأخرى. قالوا ان الدين أحسن تصويرا باستخدام ألامثال والرمز تسهيلا لفهم العوام.

وبجانب الأخرى، لفق إخوان الصفاء بين الديانات أيضا التى تطورت حينذ، مثل الإسلام، يهودى نصراني وغيرها. لأنهم رأوا أن الديانات المتنوعة لها غرض واحد، يعنى التقرب الى الرب.

المبحث الثانى : ماوراء الطبيعة

أما عن الألوهية، فكان إخوان الصفاء يؤسس تفكيره على العدد. وقالوا إن علم العدد هو علم يتكلم عن التوحيد، وهو يحمل الى توحيد الله، إذا فسد رقم الواحد، ففسد كلهم. إن رقم الواحد هو منبع كل الشيء، لأنه الأول المتقدم عن كل الشيئ. ولان الواحد هو الأولى. وأما الثانى و الى آخرالعدد هو يقع بعده. ومن هذا, نعرف ان الإله الواحد هو أقدم من غيره.

جمع إخوان الصفاء فى فكرتهم عن خلق العالم بين فكرة أرسطوو أفلاطوو والمتكلمين. رأووا أن الله خالق العالم مطلقا. وقالوا إن هذا العالم يظهرعلى سبيل الفيض باالتواصل ألآتي:

Ø العقل الفعّال (أول موجود فاض عن البارى)

Ø النفس الكلية

Ø الهيولى الأولى

Ø الطبيعة الفاعلة

Ø الجسم المطلق

Ø عالم الأفلاك

Ø عناصير العالم السفلى

Ø المادة العالمية

فكملت تلك المواهي الثامنة بزيادة وجود الله (ذات الله) فأصبحت تسعة. وكان رقم التاسعة يُشكل أعضاء الانسان البدنية، يعنى عظم، سلب، لحم، عرق، دم، عصب، جلد، شعر، وظفر.

إكل الشيء فى العالم اما أن يكون مادة وشكلا واما ان يكون جوهرا اوعرضا. فالجوهر الأول هو مادة وشكل، وأما عرض الأول هو المكان، الحركة، والزمان. وكان طريقة الفيض عند إخوان الصفاء ينقسم الى قسمين: - خلق الله مخلوقا دفعة واحدة، مثل العالم الروحانى،يعنى العقل الفعال، النفس الكلية ومادة الأول. – خلق الله مخلوقا تدرجييا، مثل فى العالم الجسمى، يعنى جسم المطلق وغيرها.

رأى إخوان الصفاء أن العالم يسمى ب macrocosmos و الانسان يسمى ب microcosmos . والكواكب التسعة التى تترتب فى العالم، ك jupiter زحل, مارس, الشمس, فينوس, merkurius القمر, الغلاف الجوىّ, والارض كانت كأعضاء الانسان يعنى عظم، سلب، لحم، عرق، دم، عصب، جلد، شعر، وظفر.

رأى إخوان الصفاء عن المنطق بثلاثة أفكار: التحليل معرفة الشيء بالحسي، الحد أى معرفة حقيقة النوع، البرهان أى معرفة الجنس.

المبحث الثالث : النفس

النفس الإنسانية قوة من قوى النفس الكلية اتحدت بالجسد رغبة فى الحصول على المعرفة التامة التى هي من صفات العقل الكلى، ولكنها لا تستطيع بلوغ غايتها إلا بمعونة ذاك العقل وإرشاده، فيحل فيها بهيْة العقول الإنسانية ويساعدها.

وللنفس الإنسانية قوى كثيرة لا يحصى عددها، ولها بكل قوة فى عضو من أعضاء الجسد فعل خلاف عضو آخر.

واعلم أن قوة نفوس إخوان الصفاء على أربعة مراتب: أولا القوة المتخيلة، ومسكنها مقدم الدماغ ونسبتها الى القوة المفكرة بما تجمع اليها من أخبار المحسوسات كنسبة صاحب الخريطة الى الملك. ثانيا القوة المفكرة، ومسكنها وسط الدماغ، أشرف عضو من الجسد وأخص مكان منه، فكأنها الملك وسائر القوى لها كالجنود والأعوان والخدم والرعية يتصرفون بأمره ونهيه. وثالثتها الحافظة، ومسكنها مؤخرالدماغ، ونسبتها الى الفكرة كنسبة الخازن الحافظ ودائع الملك. ورابعتها الناطقة التى مجراها على اللسان، ونسبتها الى الفكرة كنسبة الحاجب والترجمان الى الملك[10].

المبحث الرابع : الأخلاق

قال إخوان الصفاء عن الأخلاق إن معيار الخير والشرعلى قدرالعقل(معقول). و يعتبر الافعال او الاخلاق محمودةً ان كان فاعله حُرًّا عند فعلها اى ليس متعلقا الى المادة. النفس الزكية ستقبل انوار الدين سهيلا.

ان اخلاق الناس وطباعئهم تختلف من اربعة وجوه احدها من جهة اخلاق اجسادهم ومزاج اخلاطها, والثانى من جهة تربة بلدانهم واختلاف أهويتها والثالث من جهة نشوئهم على ديانات آبائهم معلميهم واستاذهم ومن يربيهم ويؤدبهم والرابع من جهة موجبة احكام النجوم فى اصول مواليدهم.

المبحث الخامس : العدد

إن ما من عدد إلا وله خاصية او عدة خواص، ومعنى الخاصية انها الصفة المخصوصة للموصوف الذى لا يشركه فيها غيره. فخاصية الواحد انه اصل العدد ومنشأه، وهو يعد العدد كله : الأزواج والأفراد جميعا. ومن خاصية الاثنين انه اول العدد مطلقا، وهو يعد نصف العدد الازواج دون الافراد. ومن خاصية الثلاثة انها اول عدد الأفراد وهى تعد ثلث الأعداد تارة الأفراد وتارة الأزواج.

ان العدد ينقسم قسمين صحيح وكسور. فالصحيح ينقسم قسمين : أزواجا وأفرادا ، فالزوج هو كل عدد ينقسم بنصفين صحيحين، والفرد كل يد على الزوج واحدا، او ينقص عن الزوج بواحد. فأما نشوء عدد زوج، فيبتدئ من الاثنين بالتكرير دائما على ما يرى :

2 4 6 8 10 12 14 16 18 20

ب د و ح ي يب يد يو يح ك

وأما نشوء الأفراد فيبتدئ من الواحد، إذا إضيف إليه اثنان وأضيف لى ذلك اثنان دائما بالغا مابلغ :

3 5 7 9 11 13 15 17 19

ج ه ز ط يا يج يه يز يط

والزوج ينقسم على ثلاثة انواع : زوج الزوج، وزوج الفرد، وزوج لزوج الفرد. فزوج الزوج هو كل عدد ينقسم بنصفين صحيحين متاساويين، ونصفه بنصفين دائما، الى ان تنتهى القسمة الى الواحد. مثال ذلك أربعة وستون، فإنه زوج الزوج، وذلك أن نصفه اثنان وثلاثون، ونصفه ستة عشر، ونصفه ثمانية، ونثفه أربعة، ونصفه اثنان ونصفه واحد.

قائمة المصادر:

1. محمد لطفى جمعه، تاريخ فلاسفة الإسلام فى المشرق والمغرب، المكتبة العلمية- بيروت، بدون السنة

2. رسائل إخوان الصفاء وخلان الوفاء المجلد الأول، دار بيروت، 1376 ه 1957 م

3. Hasyimsyah nasution, Filsafat Islam, Gaya Media Pratama- Jakarta, 1999

4. Muhsin Labib, Para Filosof sebelum dan sesudah Mulla Shadra, al-huda, 2005

والله تعالى اعلم...



[1] Hasyimsyah nasution, Filsafat Islam, Gaya Media Pratama- Jakarta, 1999

[2] رسائل إخوان الصفاء وخلان الوفاء المجلد الأول، دار بيروت، 1376 ه 1957 م.

[3] محمد لطفى جمعه، تاريخ فلاسفة الإسلام فى المشرق والمغرب، المكتبة العلمية- بيروت، بدون السنة

[4] Hasyimsyah nasution, Filsafat Islam, Gaya Media Pratama- Jakarta, 1999

[5] رسائل إخوان الصفاء وخلان الوفاء المجلد الأول، دار بيروت، 1376 ه 1957 م.

[6] ارجع تاريخ فلاسفة الاسلام فى المشرق والمغرب لمحمد لطفى جمعه ، المكتبة العلمية –بيروت، بدون السنة ص 255

[7] ارجع تاريخ فلاسفة الاسلام فى المشرق والمغرب لمحمد لطفى جمعه ، المكتبة العلمية –بيروت، بدون السنة ص 255

[8] ارجع تاريخ فلاسفة الاسلام فى المشرق والمغرب لمحمد لطفى جمعه ، المكتبة العلمية –بيروت، بدون السنة ص 256

[9] ارجع تاريخ فلاسفة الاسلام فى المشرق والمغرب لمحمد لطفى جمعه ، المكتبة العلمية –بيروت، بدون السنة ص 257

[10] رسائل إخوان الصفاء وخلان الوفاء المجلد الأول، دار بيروت، 1376 ه 1957 م ص, 17-18

read more “Filsafat Islam smtr IV”

ku tuturkan do'aku melalui angin yang begitu sejuk pada malam ini, dan ku hembuskan kata2 daridalam jiwaku yang terdalam wahai angin yang begitu sejuk dimalam ini sampaikan salamku kepadanya....hati nini slalu mendoakanmu meskipun, kau tak tau itu, dengan keikhlasan tanpa mengharapkan apa2...hanya serpihan dan hembusan do'a ini yang bisa aku berikan meskipun, kau tidak menganggapku sebagai yang special dalam hidupmu tapi, aku denga ikhlas menuturkannya.
jika kau bahagia aku pun ikut bahagia......El-Ndien

read more “serpihan Do'a untukmu....”

Hidup anda tidak bermakna? anda merasa kehilangan pegangan dan kendali? alangkah baiknya anda berpikir ulang untuk apa anda hidup. tujuan apa yang akan anda capai, akan seperti apa anda nantinya, hidup itu pilihan, maka pilihlah hidup anda. (Karl Britton, Philosophy and The meaning of life).
Mungkin dengan sebuah tulisan itulah bisa menjadi penggugah hati & jiwa seorang hamba yang berlumur dosa ini, betapa indahnya jika hidup didunia ini bermanfaat dan bisa memilih mana jalan yang terbaik untuk seorang hamba yang berlumur dosa yang tidak ada apa-apanya disisi-NYA, yang bisa mengantarkan kepada Ridho dan Rahmat-NYA. Amiiin....
Hidup adalah pilihan, memikirkan hidup merupakan langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik karena itu, mencari & memilih kehidupan merupakan sesuatu hal yang fundamental dalam hidup manusia. pilihan merupakan sesuatu yang sifatnta dekotomis. karena itu, manusia hidup dihadapkan pada dua hal; menuai sengsara atau menikmati bahagia; terimpit oleh derasnya laju kehidupan atau malah maengimpit kehidupan. untuk itu, mencapai hidup bermakn tidak akan terwujud tanpa melakukan pemikiran apa sebenarnya makna kehidupan itu, untuk apa kita hidup dan bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Nah, pilihan melalui pemikiran dari kita sendirilah yang akan menentukan apakah makna hidup kita akan bermakna atau tidak. (Philosophy And The meaning of life)


read more “Philosophy and The meaning of life”

Entah, mengapa?? terkadang aku merasa bingung dengan diriku sendiri, kadang2 kesedihan itu muncul begitu saja dari hatiku. dikala aku berdekatan dengan teman2 serasa semua kesedihan hilang begitu saja,& terkadang meskipun aku berdekatan dg siapapun serasa masalah ini semakin membara, entah apa yang terjadi pada diri hamba-MU ini ya, ALLAH.
Mengapa di saat orang yang ku sayangi mempercayaiku & peduli padaku, tiba2 semakin hari semakin menjauh, tolong berilah satu kesempatan agar diri ini bisa memperbaikinya dan bisa belajar dari kesalahan tersebut.
Di saat aku berusaha ingin menjelaskan & menanyakan semua kesalahan mengapa tidak ada sedikitpun waktu yang kau berikan.
Sampai kapankah aku seperti ini Ya, Allah tolong beri hamba-MU jalan yang terbaik, agar kita saling instropeksi diri.
walaupun semua ini sulit sekali di ungkapkan dg kata2 tapi aku mencoba tuk membiasakaanya.
walau hati ini menangis tapi bibir ini harus selalu tersenyum, tuk sambut hari esook.
Remember it.....chayooo Dien!!!!
read more “kesedihan yang mendalam”