El-Ndien

Blog Penampung Karya_Q

Pemberdayaan Perpustakaan di Pedesaan

Oleh: Nur Dianah

NIM: E53207021

A. Latar Belakang

Ide ini muncul dan melatarbelakangi yang sekaligus menjadi alasan mengapa tema ini perlu komunukasikan dan diberdayakan, bahwa perkembangan pendidikan pada akhir-akhir ini semakin maju dan berkembang pesat diantaranya , masalah teknologi yang semakin hari semakin canggih dan berkembang.

Tetapi,kalau kita melihat tata cara pengajaran dan fasilitas pendidikan dipedesaan katakanlah desa yang masih terpelosok, sangatlah minim dan tertinggal dibanding pengajaran dan fasilitas diperkotaan atau masyarakat yang sudah maju dengan metode-metode pengajaran yang efektif, dengan dipenuhi oleh fasilitas yamg cukup, seperti koleksi buku-buku yang lengkap,bahkan internet dan jaringan-jaringan akses informasi lainnya.

Itulah sebabnya, mengapa warga masyarakat setempat perlu menggerakkan dan memberdayakan perpustakaan dipedesaan.

1. Tindakan yang dilakukan masyarakat supaya tidak tertinggal dari pendidikan:

v Dimulai dengan ikhtiar untuk meningkatkan kecerdasan dan membuka cakarawala pengetahuan masyarakat yang bersangkutan.

v Perpusatakaan adalah suatu sarana dan sumber belajar yang efektif dan untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah.

v Perpustakaan menyediakan bahan pustaka secara individual sehingga para peminatnya bisa memilih buku-buku yang diminati dan dipilihnya.

v Apabila semakin hari masyarakat semakin melestarikan membaca,belajar melalui perputakaan maka perbaikan mutu perikehidupan akan semakin meningkat.

v Dengan kehadiran perpustakaan disuatu lingkungan kemasyarakatan niscaya turut berpengaruh pada kondisi teratasinya ketertinggalan masyarakat.

Lebih-lebih ditujukan pada penyelenggaraan perpustakaan di berbagai daerah permukiman, terutama yang warganya sangat membutuhkan sarana dan sumber belajar.

Disamping itu pula dalam melakukan komunikasi tersebut maka, memerlukan suatu teori dalam berkomunikasi, sehingga memudahkan seorang komunikator untuk menyampaikan pesannya kepada seorang komunikan, dan untuk kelancaran suatu komunikasi maka memerlukan suatu media yang akan diterapakan dalam proses komunikasi tersebut, guna untuk memperkenalkan dan mempromosikan perpustakaan dipedesaan tersebut.

Dan sasaran yang pertama kali akan dituju adalah masyarakat setempat dan selanjutnya akan menyebar ke warga masyarakat tetangga sekitar.

2. Dalam komunikasi juga terdapat sebuah teori sebagai berikut:

Pengertian komunikasi secara etimologis berasal dari bahasa latin communication dan berasal dari bahasa inggris communis yang berarti sama, yaitu sama makna mengenai suatu hal.

Secara terminologis berarti proses penyampaian penyataan oleh seseorang kepada orang lain.[1]

Menurut Joseph A Devito adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih yakni kegiatan menyampaikan dan menerima pesan yang mendapat distorsi dan gangguan-gangguan yang menimbulkan efek dan kesempatan arus balik.

Dan menurut Carld I Hoveland (1955) komunikasi adalah proses yang mana seorang individu (komunikator) mengoperkan stimuli (biasanya menggunakan lambing-lambang bahasa) untuk mengubah tingkah laku individu (komunikan) yang lain.[2]

Komunikasi adalah proses penyamaan suatu pesan, untuk memberitahu atau merubah sikap, pendapat atau prilaku baik secara lisan maupun melalui media. Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan.

Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.

3. Secara umum komunikasi terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:

Ø Komunikator (sumber)

Ø Komunike (pesan)

Ø Komunikan (sasaran, penerima khalayak)

Ø Media (alat penyalur)

Ø Efek (umpan balik).

Semua unsur-unsur tersebut merupakan lapangan-lapangan penelitian dan analisa-analisa ilmiah yang dikenal berturut-turut dengan istilah “ Control Analysis, Content Analysis, Media Analysis, Audience Analysis dan Effect Analysis.[3]

Seseorang melakukan komunikasi dengan tujuan tertentu yakni timbulnya respon penerima. Orang yang berkomunikasi berharap komunikasinya berjalan lancar dan berhasil, ia ingin komunikasinya efektif. Suatu encoder dikatakan efektif jika dapat mengekspresikan dengan sempurna maksud sumber. Suatu decoder dapat dikatakan sangat efektif jika dapat menterjemahkan sesuatu pesan secara tepat bagi penerima.[4]

Sesungguhnya suatu ide yang menyentuh dan merangsang individu dapat diterima atau ditolak sebagaimana melalui tingkat-tingkat efek tersebut, dan melalui proses pada umumnya sebagai berikut:

1. Proses mengerti (proses kognitif)

2. Proses menyetujui (proses obyektif )

3. Proses perbuatan (proses sensmotorik).

Dalam konteks komunikasi, penyebaran ide-ide pemasaran pada masyarakat luas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, apalagi untuk mengubah sikap dan prilaku mereka sesuai dengan kehendak atau tujuan komunikator. Menyikap hal tersebut maka diperlukan Perencanaan Komunikasi.

4. Dan perlu diingat bahwa dalam perencanaan komunikasi ada empat yang perlu difahami yaitu:

Ø tujuan (objective) kondisi masa depan yang akan dicapai.

Ø Aksi (action) serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Ø Sumber daya (resouces) hal-hal yang dibutuhkan dalam melaksanakan aksi.

Ø Dan Pelaksanaan (implementation) tata cara dan arah pelaksanaan kegiatan.

B. Permasalahan

Selama ini yang dialami oleh warga masyarakat pedesaan adalah masalah perekomonian namun,ketika masyarakat setempat sudah bisa memanfaatkan dan mengelola hasil perkebunan, pertanian dan lain-lain maka sudah cukup bagi mereka untuk kebutuhan sehari-harinya, lebih-lebih bisa dijual belikan.

Tetapi , jangan terlupakan bahwa kwalitas sumber daya manusia atau pendidikan anak juga sangat penting untuk masa depan generasi Bangsa dan Negara.

Dari pemerintah sendiri sudah mewajibkan bahwa seorang anak berhak mendapatkan pengajaran dan pendidikan selama Sembilan tahun, dari situ timbul sebuah pertanyaan apakah dengan belajar sembilan tahun pendidikan anak bisa maksimal penuh? Itu pun tidak satu hari penuh dalam pengawasan seorang guru.

1. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan perpustakaan dipedesaan adalah sebagai berikut:

v Memaksimalkan belajar membaca, supaya bisa menambah khazanah wawasan mereka.

v Meningkatkan taraf kecerdasan membaca dan belajar.

v Menambah dan memperbaiki mutu kepribadian kehidupan dalam pendidikan.

v Membantu warga masyarakat yang kurang perhatian dalam masalah pendidikan.

v Menjadikan perpustakaan sebagai tempat atau pusat koleksi bahan pustaka buku-buku.

v Memberantas masyarakat yang masih buta huruf.

v Masyarakat pedesaan tidak tertinggal dari informasi.

v Sarana pra-sarana yang efektif warga masyarakat yang tercukupi, terutama masalah pendidikan.

Dari semua tujuan diatas, itulah sebabnya warga masyarakat memunculkan sebuah ide untuk menggerakkan dan memberdayakan perpustakaan pedesaan.

Walaupun kondisi desa tersebut masih dalam katagori desa yang terpelosok, jauh dari perkotaan tetapi, masyarakat warga tersebut tidak boleh tertinggal dari pengetahuan dan informasi.

Maka dari itu, masyarakat setempat dengan sekuat tenaga menggerakkan dan memberdayakan perpustakaan pedesaan dengan di mulai dari sesuatu yang sangat dasar yang bermodalkan semangat dan selanjuntnya mulai berkerja sama dengan sekolah-sekolah setempat.

C. Pembahasan

Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, sterategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.[5]

Demikian halnya perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi merupakan satu perpaduan untuk mencapai suatu tujuan.

Sterategi komunikasi harus didukung oleh teori, sebab teori merupakan pengetahuan berdasarkan pengalaman yang sudah diuji kebenarannya.

Menurut Horold D. Lasswel, untuk mantapnya sterategi komunkasi maka segala sesuatu harus bertautan dengan komponen-komponen sebagai berikut:[6]

· Who? (siapa komunikatornya)

· Says what?(pesan apa yang dinyatakan )

· In wihich channel?(media apa yang digunakan)

· To whom?(siapa komunikannya)

· With what effect?(efek apa yang diharapakannya).

Sebenarnya untuk menghidupakan kembali minat membaca bagi warga masyarakat dipedesaan adalah dengan memberdayakan sistem perpustakaan dipedesaan. Untuk menarik dan mengajak warga masyarakat langkah awal yang ditempuh adalah melakukan promosi sebagaimana pengenalan aktivitas diperpustakaan agar diketahui oleh khalayak umum.

Promosi perpustakaan pada dasarnya merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk siswa, guru dan masyarakat sesuai dengan apa yang ditawarkan, hasil dari promosi adalah tumbuh kesadaran sampai memanfaatkannya.

1. Tujuan promosi perpustakaan adalah:

a. Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai.

b. Mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunkan koleksi perpustakaaan semaksimalnya dan menambah jumlah orang yang membaca.

c. Memperkenalakan pelayanan dan jasa kepada masyarakat.

Langkah berikutnya adalah memamerkan perpustakaan dengan menggunakan metode dan media massa.

2. Berikut adalah metode memamerkan jasa perpustakaan berupa:

1. Nama dan logo

2. Poster dan panflet

3. Spanduk

4. Ceramah (yakni pengurus perpustakaan memberikan pengarahan)

5. Media, vidio dan lain-lain.

Atas musyawarah dari pengurus perpustakaan dan wakil warga masyarakat perpustakaan dipedesaan ini diberi nama “perpustakaan Ta’awun” dengan harapan bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan minat membaca.

Adapun peletakan spanduk dipasang diperempatan jalan, pertigaan jalan, jalan menuju tempat umum seperti masjid, sekolah-sekolah dan lain-lain supaya bisa dilihat oleh orang banyak dan dapat dibaca, sedangkan poster dan panflet-panflet ditempelkan ditempat pengumuman seperti balai desa, tepi jalan, gang-gang masuk pedesaan dan lain-lain.

Contoh spanduk:

C:\Documents and Settings\Zulfa\My Documents\Spanduk.jpg

3. Sarana promosi perpustakaan yang berbentuk tercetak:

1. Brosur.

2. Map khusus perpustakaan.

3. Pembatas buku.

4. Poster dan lain-lain.

4. Unsur-unsur dalam mempromosikan perpustakaan adalah sebagai berikut:

1. perhatian (Attention)

2. ketertarikan (Interest )

3. keinginan (Desire)

4. tindakan (Action)

5. kepuasan (Satisfy)

Salah satu cara yang efektif untuk menembus dan menghilangkan penghalang komunikasi antara perpustakaan dan penggunanya adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan perpustakaan dengan melibatkan staf perpustakaan dan pengguna.

Perpustakaan ini sifatnya adalah terbuka untuk umum karena ini memang disediakan untuk kebutuhan masyarakat, disamping itu juga perpustakaan tersebut berisi koleksi buku-buku pelajaran dan juga koleksi buku-buku umum lainnya misalnya tentang kemasyarakatan, keagamaan, majalah, koran, buku-buku cerita, pertanian dan lain-lain, sehingga semua warga masyarakat bisa masuk dan ikut berpartisipasi menghidupkan dan memberdayakan perpustakaan dipedesaan.

Dengan diadakannya program seperti ini dengan harapan warga masyarakat gemar dan rajin membaca, supaya tidak tertinggal oleh informasi, dan sarana pra-sarana juga akan tercukupi.

Disamping itu juga dari staf pengurus perpustakaan mengadakan kegiatan khusus pendidikan pemberantasan warga masyarakat yang masih buta huruf, program ini dilaksanakan atas inisiatif staf perpustakaan dan juga bekerja sama dengan pemerintah.

Program ini dilaksanakan dua kali dalam satu minggu, yang dilaksanakan pada malam hari setelah sholat maghrib, memilih malam hari karena paginya mereka masih disibukkan oleh pekerjaannya masing-masing, kegiatan ini tanpa dipungut biaya dan juga mendapatkan buku panduan membaca dari pemerintah dan perpustakaan tersebut, dengan harapan warga masyarakat tidak ada yang buta huruf.

Sebelum warga masyarakat melakukan kegiatan tersebut, terlebih dahulu dari pengurus perpustakaan melakukan pendataan dan pendaftaran warga masyarakat untuk menjadi anggota perpustakaan dipedesaan.

5. Peraturan-peraturan bagi pengguna perpustakaan dipedesaan sebagai berikut:

1. Setiap masuk perpustakaan harus mengisi daftar perpustakaan.

2. Apabila seorang pengguna perpustakaan meminjam buku maka, harus menyerahkan kartu perpustakaan pedesaan yang telah dibuatkan oleh staf perpustakaan, dengan harapan buku pinjaman terdaftar dan tidak hilang.

3. Paling lambat pengembalian buku perpustakaan adalah selama satu minggu.

4. Apabila pengembalian buku perpustakaan terlambat maka, dikenakan denda yang perharinya sebesar tiga ratus rupiah.

6. Peningkatan diri bagi pengurus perpustakaan adalah:

1. Berusaha tampil percaya diri.

2. Berpandangan positif.

3. Berpakain dengan sopan dan rapi.

4. Melayani setiap pengunjung dengan ramah tamah.

Pendekatan atau kerjasama yang dilakukan oleh staf pengurus perpustakaan pedesaan adalah dengan bekerjasam dengan pemerintah yang mana setiap dua minggu sekali mendapatkan bantuan koleksi buku-buku perpustakaan mata pelajaran maupun koleksi umum lainnya, mengadakan kerjasama dengan pihak kepala sekolah melalui para guru, supaya mengajak peserta didiknya satu bulan sekali berkunjung ke perpustakaan dipedesaan.

Pada setiap akhir bulan sekali diadakan pengecekan koleksi buku-buku yang ada diperpustakaan. karena disamping dana dari warga masyarakat juga mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah.

Dengan diadakannya program pemberdayaan perpustakaan dipedesaan seperti ini maka, terciptalah suatu organisasi yang maju atas perlindungan dan dibawah naungan pemerintah, karena disamping dana dari warga masyarakat juga mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah, yang setiap akhir priode ada laporan pertanggung jawaban dari pihak perpustakaan pedesaan tersebut.

D. Simpulan

Dengan berdasarkan pemaparan diatas yang bermula dari suatu permasalahan sampai pembahasan tentang pemberdayaan perpustakaan dipedesaan disertai dengan tujuan-tujuan tertentu, untuk mewujudkan agar warga masyarakat lebih memaksimalkan membaca dan bisa menambah khazanah wawasan dalam bidang pengetahuan.

Adapun prediksi keberhasilan kedepan adalah sudah bisa dilihat diatas dan hasilnya adalah sukses yang sesuai dengan keinginan bersama karena program tersebut sesuai dengan keadaan warga masyarakatnya.

Dan sudah terdapat tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan perpustakaan tersebut antara lain:

v Memaksimalkan belajar membaca, supaya bisa menambah khazanah wawasan mereka.

v Meningkatkan taraf kecerdasan membaca dan belajar.

v Menambah dan memperbaiki mutu kepribadian kehidupan dalam pendidikan.

v Membantu warga masyarakat yang kurang perhatian dalam masalah pendidikan.

v Menjadikan perpustakaan sebagai tempat atau pusat koleksi bahan pustaka buku-buku.

v Memberantas masyarakat yang masih buta huruf.

v Masyarakat pedesaan tidak tertinggal dari informasi.

v Sarana pra-sarana yang efektif warga masyarakat yang tercukupi, terutama masalah pendidikan.

Otomatis jika warga masyarakat lebih meningkatkan lagi dan lebih bersemangat lagi maka, akan semakin sukses dan lancar, ini semua atas partisipasi semua warga masyarakatnya. dan untuk menanggulangi warga masyarakat agar tidak tertinggal jauh dari pendidikan, informasi dan buta huruf.

Sudah dijelaskan diatas bahwa sudah ada tata cara untuk menerapakan suatu program tentang pemberdayaan perpustakaan tersebut, yang dimulai dari promosi perpustakaan sampai peraturan-peraturan yang diterapakan dalam melakukan dan menjalankan program tersebut, para staf pengurus perpustakaan sudah memaksimalkan tugas mereka masing-masing, karena perpustakaan tersebut milik warga masyarakat dan juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah dan pemerintah.

Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh berbagai faktor seperti: kwalitas sumber daya manusia, tersedianya sumber daya alam yang memadai, adanya birokrasi yang kuat, efesien, dan sebagainya.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa kwalitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat mempengaruhi dan menentukan dalam masalah pembangaunan, itulah sebabnya diadakannya pusat atau tempat untuk menarik dan mengajak siswa, warga masyarakat membaca karena dengan membaca bisa membuka cakrawala pengetahuan kita.[7]


E. Daftar Pustaka

Effendy, Onong Uchjana, 1993, Dinamika Komunikasi, Bandung: PT Rosdakarya

Hanafi, Abdillah, 1984, komunikasi antar manusia, Surabaya: Usana Offest Printing

Arifin, Anwar, 1984, Sterategi komunikasi, Bandung: Armico,

Ahmadi, Abu, 2003, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta: PT Rineka Cipta



[1] Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 3-4

[2] Arifin, Anwar, sterategi komunikasi, Bandung, Armico,1984, hal. 14

[3] ibid

[4] Hanafi, Abdillah, komunikasi antar manusia, Surabaya, Usana Offest Printing, 1984, hal. 173

[5] Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 29

[6] Effendy, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 29-30

[7] Ahmadi, Abu, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta, PT Rineka Cipta, 2003, hal. 130

0 komentar:

Posting Komentar